Kamis, 16 Oktober 2014

Timbulnya Ilmu Kalam




            Pada masa pemerintahan Abassiyah, dimana banyak orang membicarakan tentang akidah yang bermacam-macam, yang tidak tedapat pada masa Nabi ataupun pada masa permulaan sahabat Nabi, sehingga hal itu mnimbulkan banyak permasalahan dan pembahasan yang pada akhirnya melahirkan ilmu baru yang dinamakan ilmu kalam. Ilmu kalam dikenal sebagai ilmu keislaman yang berdiri sendiri, yakni pada masa Khalifah Al-Ma’mun (813-833 M) dari Bani Abassiyah. Adapun ilmu ini dinamakan ilmu kalam disebabkan antara lain :
1.      Persoalan yang terpenting yang menjadi pembicaraan pada abad-abad permulaan Hijriah ialah apakah kalam Allah (Al-Qur’an) itu qadim atau hadis. Karena itu, keseluruhan ilmu kalam ini dinamai dengan salah satu bagian yang terpenting. 
2.   Dasar ilmu kalam ialah dalil-dalil pikiran dan pengaruh dalil pikiran yang tampak jelas dalam pembicaraan para Mutakalimin. Mereka jarang mempergunakan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadis), kecuali sesudah menetapkan benarnya pokok persoalan terlebih dahulu berdasarkan dalil-dalil pikiran.

Sebab-Sebab Timbulnya Ilmu Kalam





            Ada beberapa hal yang menjadi penyebab timbulnya ilmu kalam. Diantaranya berasal dari dalam sendiri dan juga sebab-sebab yang berasal dari luar.
Adapun sebab-sebab dari dalam sendiri adalah


  1. Al-Qur’an disamping dakwahnyamemang membawa kearah tauhid,juga menentang dan meluruskan firkah-firkah serta agama-agama yang telah tersebar sejak masa Nabi. Maka dilakukanlah usaha pendekatanuntuk menarik mereka dan memberi pengaruh terhadap ajaran-ajaran yang telah mereka terima sejaklama itu. Dalam hal ini diantara Ulama kaum muslimin dan yang menggunakan metode Qurani ada pula yang menggunakan metode aqli dsb.

Demikianlah cara yang dipergunakan untuk menarik orang-orang yang masih belum menerima akidah tauhid. Dan setiap kali timbul keingkaraan serta kemusyrikan model baru, di kalanan kaum muslimin juga menggunakan cara yang baru pula dalam menghadapi mereka.
  1. Ketika mendekati berakhirnya masa pertama, yaitu masa keimanan yang jernih dari segala bentuk polusi perdebatan, pertikaian dan ketika kaum muslimin sudah tidak lagi terlibat alam peperangan, mereka senantiasa berbicara dan berpikir mengikuti arus perselisihan di kalangan umat sesuai dengan pola berpikir mereka, sehingga timbul perbedaan pemikiran serta pendapat yang beraneka ragam.
  2. Perselisihan diantara mereka dalam masalah-masalah politik telah membawa mereka ke arah perselisihan dalam persoalan agama, sehingga golongan yang telah ada menjelma menjadi partai keagamaan, dan masing-masig firkah (partai) mempunyai pandangan yang berbeda-beda antara yang satu dan lainnya. Akhirnya timbullah firkah-firkah semacam  Syiah, Murjiah, Khawarij dsb.
Sedangkan sebab-sebab yang berasal dari luar adalah :
1.      Banyaknya orang-orang yang masuk Islam setelah Fathu Makkah, yang sebelum itu mereka telah memeluk agama yang berbeda-beda,seperti  Yahudi, Nasrani, Majusi dsb. Disana mereka banyak menampakkan pemikiran-pemikiran yang bersumber dari ajaran agama mereka yang lama dalam baju agama mereka yag baru.
2.      Firkah-firkah islamiah golongan pertama, terutama golongan Mu’tazilah tujuan utamanya untuk mempertahankan agama dan memberantas orang-orang yang menyimpang dari ajaran Islam. Padahal itu negara-negara Islam sedang dihadapan kepada berbagai macam pendapat dan agama lain, yang setiap firkah berusaha untuk mempertahankan pendapatnya sendiri serta menolak pendapat golongan lain. Sedangkan dari golongan Yahudi dan Nasrani mempergunakan filsafat sebagai senjatannya. Oleh karena itu golongan Mu’tazilah segera mempelajari dan memahami ilmu filsafat guna mempersenjatai diri dalam menghadapi mereka sekaligus untuk mempertahankan senjata yang sama.
3.      Kebutuhan para Ulama mutakalimin akan filsafat memaksa mereka harus banyak mempelajari filsafat Yunani dan ilmu mantik, serta bagaimana cara berbicara tentang filsafat dan bagaimana pula cara membantah untuk menakhlukkannya.           

Sabtu, 11 Oktober 2014

ILMU KALAM: MAKALAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN ILMU KALAM

 Ini tugas pertama materi Ilmu Kalam

DOWNLOAD LINK VIA 4SHARED
MAKALAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN ILMU KALAM

Pengertian Kalimat






Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan kalimat perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P).